Uncategorized

Prospek Bisnis Ikan Cupang yang Lagi Booming. Masih Oke di Tahun 2021?

Untuk mengisi waktu saat di rumah saja selama pandemi, masyarakat Indonesia disibukkan oleh berbagai hobi yang mendadak ngetren.

Mulai dari bersepeda, budidaya tanaman hias, hingga aktivitas yang menghasilkan pemasukan tambahan seperti bisnis makanan ringan dan menjadi content creator online.

Begitu pun dengan tren bisnis ikan cupang yang booming di tahun 2020 dan berlangsung hingga sekarang.

Buktinya, masih saja kita temui toko yang berjualan ikan cupang di pinggir jalan maupun menggelar lapak di marketplace.

Selama masih ada permintaan, pastinya orang akan berbondong-bondong menjadi penyedia. Bagi pecinta ikan, tentu ini merupakan kesempatan menghasilkan pundi-pundi rupiah sesuai passion.

Setiap tren pasti ada masa naik-turunnya, namun jika dilakukan dengan suka cita dan seksama, pasti bisa menjadi bisnis yang efisien dan mampu meraih pasarnya sendiri di tahun 2021.

Asal disertai perhitungan matang dan ketekunan, bisnis ikan cupang yang lagi booming ini bisa jadi pilihan usaha menjanjikan dengan modal kecil lho.

Mengapa Memilih Bisnis Ikan Cupang?

Ikan cupang memiliki daya tarik berupa ekor panjang dengan corak warna yang indah. Kecantikan dan keunikan ikan hias ini membuat orang rela membayar hingga jutaan rupiah.

Bisnis ikan cupang di Indonesia memiliki prospek yang baik mengingat perawatannya tidak begitu sulit dan memiliki pangsa luas.

Apalagi didukung oleh iklim Indonesia yang cocok untuk pengembangbiakan dan dukungan pemerintah melalui kelompok-kelompok pembudidaya ikan yang memudahkan para pebisnis pemula.

Ikan hias petarung ini dikenal mampu hidup di tempat dengan kadar oksigen yang terbatas.

Hanya dengan menggunakan kantong plastik yang diberi air dan oksigen, ikan cupang dapat tetap hidup selama proses pendistribusian.

Itulah mengapa banyak yang menjual cupang di pinggir jalan dalam kantong plastik kecil dan tetap hidup meski melalui proses berkendara panjang.

Budidaya ikan cupang juga tidak membutuhkan lahan yang luas. Kamu bisa menaruhnya dalam akuarium di rumah dan memberi makan 3-4 kali per hari.

Makanannya pun mudah didapat yakni kutu air, cacing sutera, dan larva nyamuk.

Cara Pembiakan Ikan Cupang

Pertama-tama, tentu kamu perlu memperkaya diri dengan pengetahuan dan pengalaman.

Termasuk belajar membedakan kelamin ikan cupang untuk proses pembiakan.

Indukan jantan gerakannya lebih lincah, sirip dan ekor lebar mengembang, warna cerah, tubuhnya lebih besar.

Sementara indukan betina gerakannya lebih lamban, sirip dan ekor lebih pendek, warna kusam, serta tubuh lebih kecil.

Jika sudah mengerti cara membedakannya, lakukan tahapan pengembangbiakan sebagai berikut:

  1. Sediakan tempat atau wadah bisa dari stoples plastik atau akuarium kecil dengan ukuran 20x20x20 cm sebagai tempat ikan cupang jantan. Pisahkan ikan cupang betina dalam wadah plastik. Sediakan tumbuhan air seperti kayambang.

2. Siapkan aquarium tempat pemijahan kemudian isi dengan air bersih setinggi 10 sampai 15 cm.

Hindari memakai air PAM berkaporit. Lebih baik mengunakan air sungai alami lalu biarkan mengendap terlebih dahulu sebelum ikan dimasukkan.

3. Masukkan tanaman air dan tidak perlu terlalu padat yang nantinya akan menjadi tempat berlindungnya burayak.

4. Masukkan ikan cupang pejantan yang sudah siap kawin dan biarkan pejantan berada di dalam akuarium selama sehari.

Pejantan nantinya akan membuat gelembung-gelembung udara sebagai tempat untuk menyimpan telur setelah dibuahi.

Agar pejantan bereaksi menciptakan gelembung, maka masukkan ikan cupang betina (masih dalam gelas plastik) di akuarium yang sama dengan pejantan.

5. Usahakan melakukan perkawinan ini sekitar pukul 7 sampai 10 pagi dan pada pukul 4 sampai 6 sore dalam kondisi ruangan tenang.

6. Selepas pembuahan terjadi, segera angkat indukan betina.

Sementara itu, pejantan secara alami akan memunguti telur yang sudah dibuahi dan memindahkannya pada gelembung yang dibuat tadi.

7. Sehari kemudian, telur-telur ikan cupang sudah akan menjadi burayak (ikan yang masih kecil-kecil).

Selama 3 hari ke depan, kamu tidak perlu memberi pakan karena masih ada nutrisi alami dalam telur. Ikan cupang jantan juga tidak akan makan selama menjaga burayak.

8. Setelah lewat 3 hari dan telur menetas, berikan
pakan kutu air sedikit demi sedikit.

9. Pisahkan indukan jantan setelah burayak berumur 2 minggu.

Taruh burayak dalam wadah dengan kapasitas yang lebih besar lalu berikan kutu air atau lava nyamuk.

10. Setelah usia 1,5 bulan, kamu sudah bisa memilah ikan cupang berdasarkan jenis kelaminnya untuk kemudian dipindahkan ke wadah pembesaran.

Ikan cupang dapat menghasilkan ribuan butir telur yang akan menetas dalam kurun waktu 24 jam setelah dibuahi dalam satu kali masa perkawinan.

Namun karena tingkat kematian benih ikan cupang cukup tinggi, peternak ikan biasanya hanya mendapati 30-50 ekor ikan cupang hidup.

Indukan jantan yang sehat dapat dikawinkan sampai 8 kali dengan selang waktu sekitar 2 sampai 3 minggu.

Sedangkan untuk indukan betina sebaiknya dikawinkan sekali saja agar tidak terjadi penurunan keragaman karena terlalu didominasi oleh indukan betina.

Peluas Bisnis Ikan Cupang yang Lagi Booming

Dikutip dari interview Gatra bersama pebisnis cupang Yudya W. Ekoputra (52), omset usaha cupang miliknya bisa mencapai 15-40 juta tiap bulan.

Yudya memiliki sekitar 5.000 ekor ikan cupang giant mulai dari jenis item koi, nemo, avatar dan multicolor.

Bisnis ikan cupang miliknya sudah memiliki pelanggan tetap dari Semarang, Jakarta, Malang, Yogyakarta dan Samarinda.

Setiap bulannya, Yudya menjual 100 sampai 200 ekor ikan cupang dengan harga paling murah Rp250 ribu-Rp500 ribu per ekor dan paling mahal mencapai jutaan rupiah per ekor.

Yudya mulai menekuni bisnis ikan cupang yang lagi booming ini sejak Agustus 2019 dengan modal Rp 20 juta.

Tentu perhitungan modal tersebut sudah menimbang pemilihan indukan betina sesuai pilihan.

Semakin unik, tentu harganya semakin mahal. Namun jika kamu baru mau mulai bisnis ikan cupang yang lagi booming ini, sebaiknya belajar budidaya dengan indukan di harga ratusan ribu rupiah.

Berikut kisaran sederhana biaya modal bisnis ikan cupang untuk pemula:

• Bibit ikan dan induk ikan : Rp.600.000
• Akuarium : Rp.400.000
• Pakan Ikan : Rp.200.000
• Vitamin, dll : Rp.300.000
Total modal : Rp.1.500.000

Agar semakin lihai dalam budidaya ikan cupang, sebaiknya kamu mengikuti berbagai pelatihan yang disediakan oleh pemerintah Indonesia.

Setelah menghimpun cukup pengalaman dan pengetahuan, saatnya kamu menentukan target pasar dan strategi marketing online serta offline yang tepat agar bisnismu makin jaya.

Nah, saat semua sudah tertata rapi, kini saatnya kamu berani mengambil langkah besar untuk membeli indukan mahal agar bisa dijual dengan harga tinggi.

Cemas terhalang modal? Tak usah takut mencari pinjaman usaha, kini sudah hadir fintech terpercaya yang bisa berikan dana cepat tanpa ribet.

Manfaatkan kemudahan layanan pinjaman dari KoinWorks yang sudah terdaftar secara resmi dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.

Melalui produk KoinBisnis, kamu bisa mendapatkan pinjaman modal hingga Rp 2 Miliar dengan bunga terjangkau mulai dari 0,75% hingga 1,67% flat per bulan.

Yuk, wujudkan rencana usahamu bersama KoinBisnis dari KoinWorks!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *