Uncategorized

Ada Harapan di 2021! Ini Strategi Bisnis EO saat Pandemi

Di penghujung tahun 2020, Menteri Keuangan Indonesia Sri Mulyani memprediksi beberapa bidang usaha yang akan mengalami peningkatan tinggi setelah terdampak pandemi Covid 19.

Dilansir dalam wawancara Detik, Sri Mulyani menyebut bahwa bisnis event organizer akan bergeliat di tahun 2021.

Optimisme ini berkaitan dengan kehadiran vaksin Covid yang memberikan rasa aman dan membangkitkan semangat para pelaku usaha.

Bisnis EO dapat berjaya kembali asalkan pelaku usaha memiliki kemampuan untuk bisa mengkombinasi suasana baru, misalnya ada pertemuan fisik maupun via Zoom.

Secara undangan pun bisa meningkat dari yang biasanya 100 orang menjadi 500 orang.

Jika menengok kembali tahun 2020, bisnis EO kena dampak luar biasa dan harus menanggung kerugian hingga milyaran.

Menurut laporan survei bertajuk “Dampak Wabah Covid-19 Terhadap Industri Event di Indonesia“, Indonesia Event Industry Council (Ivendo) melakukan survei terhadap 112 EO yang tersebar di 17 provinsi, hampir separuhnya berasal dari DKI Jakarta.

Ivendo menemukan ada 96 persen EO yang mengalami penundaan atau pembatalan acara karena pandemi dan kehilangan potensi pemasukan antara Rp2,2 miliar hingga Rp5,6 miliar.

Kerugian tersebut membuat pelaku usaha harus menerapkan strategi bisnis EO saat pandemi sesegera mungkin.

4 Strategi Bisnis EO saat Pandemi

1. Kesehatan adalah Prioritas!

Strategi bisnis EO saat pandemi diawali dengan meliburkan karyawan sebagai langkah preventif penularan Covid.

Pebisnis di bidang EO harus memastikan bahwa karyawannya selalu menjaga protokoler kesehatan dengan menutup kantor serta menerapkan work from home (wfh).

Jika memungkinkan, pebisnis EO juga memberikan suplai multivitamin kepada karyawan sebagai wujud perhatian.

2. Shifting Menuju Acara Daring

Para top management harus memberikan pemahaman bahwa pandemi memberikan efek ketidakpastian jangka panjang.

Beragam faktor eksternal seperti regulasi pemerintah, makro ekonomi, dan buying power mau tidak mau mempengaruhi strategi bisnis EO saat pandemi.

Jangan memaksakan diri melawan regulasi dengan mengadakan event karena bisa berakibat fatal.

Kamu pasti tidak mau kan acara pernikahan atau konser yang harusnya fun malah membawa celaka karena menjadi cluster penyebaran Covid? Duh, jangan ambil resiko ya!

Persiapan untuk shifting dari acara offline ke online haruslah dilakukan dengan seksama.

Kamu tetap perlu memperhatikan keinginan klien, meriset kebutuhan warganet, menerapkan online marketing yang tepat, serta melakukan pembelajaran terkait webinar, zoom, google meet, dan metode event online lainnya.

Secara pendapatan, memang event online terbilang kecil jika dibandingkan event offline.

Namun, adaptasi menuju online harus dilakukan sesegera mungkin agar ada pemasukan sedikit demi sedikit untuk biaya operasional.

Strategi bisnis EO saat pandemi mencakup pengadaan online launching, online gatheting, virtual expo, virtual exhibiton, virtual showroom, social media campaign, Instagram live, online streaming, dll.

Dilansir dari interview SWA, Dosen dan Praktisi MICE (meeting, incentive, conference, and exhibition), Renno Raymond Okto Z menyebut objektif eksekusi penyelenggaraan event bisa langsung monetisasi atau berupa stimulus dulu.

Strategi bisnis EO saat pandemi yang diterapkan Renno adalah melakukan konser online atau menonton film di mobil (Drive In).

Untuk mewujudkan konser online, virtual exhibition, launching produk online dll tentu kamu membutuhkan kerjasama dengan penyedia teknologi.

Atau, kamu juga bisa menciptakan peluangmu dengan belajar cara menguasai manajemen event secara virtual.

Cara Membuat Virtual Exhibition

Belajar dari EventXtra, startup asal Hong Kong yang memproklamirkan diri sebagai Asia’s Leading Event Management Software, ada beberapa hal yang wajib diperhatikan jika ingin membuat acara virtual.

Proses Operasional yang Efisien. Membuat form registrasi, manajemen partisipan serta pendaftaran online. Mengirimkan notifikasi via email/SMS.

Menciptakan Lingkungan Virtual. Termasuk tempat pameran, booth acara, iklan, ruangan konferensi. Misalnya, bursa kerja online lengkap dengan berbagai booth perusahaan.

Memaksimalkan Pengalaman Berjejaring. Menciptakan “Virtual Exhibition Hall” bagi partisipan untuk saling berkomunikasi, mengunjungi booth, memulai percakapan pribadi dan bertukar kartu nama digital di dalam platform.

Memberikan Data Analisis Menyeluruh. Melaporkan jumlah traffic , engagement video, jumlah brosur yang telah diunduh, survey yang telah diisi, serta pertanyaan peserta.

Untuk menerapkan strategi bisnis EO saat pandemi, pelaku usaha termasuk pebisnis UKM wajib melakukan adaptasi ke ranah digital sesegera mungkin dengan memanfaatkan berbagai sumber daya.

3. Menghitung Financial Capital

Strategi bisnis EO saat pandemi yang tak kalah penting adalah membuat prediksi keuangan dan cash flow perusahaan.

Gunanya agar bisnis EO tersebut dapat menentukan langkah taktis dan strategis agar tidak bangkrut.

Jika perlu, lakukan efisiensi untuk memangkas kegiatan operasional.

Hitung pemasukan dan pengeluaran dengan memperhatikan aspek seperti; piutang dan beban hutang perusahaan, overhead cost bulanan perusahaan, perampingan karyawan dll.

Saat work from home, setiap karyawan juga harus dilatih untuk mengembangkan ide dan menyiapkan strong come back jika suatu saat keadaan membaik dan tingkat positif Covid menurun.

Itulah beberapa strategi bisnis EO saat pandemi yang bisa kamu terapkan.

Ayo siapkan diri hadapi peluang di tahun 2021 dengan menguasai manajemen event baik online maupun offline.

Untuk urusan modal, serahkan saja kepada platform online Peer-to-Peer Lending yang sudah diakui OJK, misalnya KoinWorks.

KoinWorks melalui KoinBisnis berkomitmen membantu pembiayaan modal usaha kepada UKM Indonesia.

Kamu bisa mendapatkan modal usaha tambahan hingga Rp2 miliar dengan bunga 0,75% hingga 1,67% flat per bulan.

Tertarik? Yuk daftar dan kembangkan bisnis EO mu!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *